Sumber: www.AnneAhira.com
Kodok atau katak -yang lebih familiar sebagai salah satu tokoh kartun Keropi- adalah salah satu binatang golongan amfibi yang mampu beradaftasi dengan dua lingkungan hidup, yaitu darat dan air. Kodok umumnya berwarna hijau, kulitnya licin, dan terdapat bercak di kulitnya.

Kodok selalu dikenal dengan bunyinya yang khas. Selain itu, kodok juga di kenal dengan gaya jalannya yang meloncat-loncat sehingga gaya berjalan kodok dijadikan nama salah satu bidang olahraga, loncat kodok. Kodok biasanya banyak ditemui pada musim hujan, terutama di daerah persawahan.

Kodok banyak macamnya, ada kodok berukuran besar warnanya hampir hitam pekat dengan permukaan tubuh yang sangat tidak rata dan penuh bercak. Kodok jenis ini biasanya lebih banyak hidup di darat. Orang Sunda menyebutnya bangkong korodok.

Selain bangkong korodok, ada kodok yang biasa hidup di sawah dengan ukuran yang lebih kecil dan berwarna kuning kehijauan. Kodok sawah yang ukurannya paling kecil disebut orang Sunda dengan nama bancet, anak kodok.

Di samping bentuknya yang terlihat menjijikkan dan kadang berlendir, daging kodok ternyata bisa dimakan. Rasanya sangat enak, dagingnya lembut seperti daging ayam. Daging kodok dipercaya mengandung banyak khasiat bagi tubuh kita.

Namun, tidak semua jenis kodok dapat dikonsumsi. Kodok yang bisa dimakan adalah jenis kodok yang berbeda dari ketiga jenis kodok tadi. Orang Sunda menamai kodok ini swike. Namanya mirip dengan bahasa Jepang.

Sebutan berbau kodok tidak hanya untuk loncat kodok dan celana kodok, tetapi dikenal juga sebutan pangeran kodok. Bahkan, ada model mobil yang kini sudah termasuk barang unik bernama VW kodok.

Bagi dunia fashion, kodok memberikan inspirasi untuk menciptakan model celana atau rok –panjang atau pendek– bertali dari belakang ke depan yang sering disebut celana kodok.

Di bagian depan celana kodok ini biasanya terdapat sebuah kantong yang ukurannya lebih besar dari kantong baju kebanyakan. Meskipun namanya celana kodok, bawahan model kodok ini tidak hanya berbentuk celana, tetapi juga rok.

Dahulu, celana model kodok ini memang lebih terkenal atau mungkin ‘sengaja’ diperuntukkan bagi anak-anak. Namun, seiring perkembangannya, celana kodok bisa dipakai remaja dan dewasa.

Celana model kodok ini bahan dan bentuknya bervariasi. Ada yang terbuat dari bahan jeans, kaos, cotton, dan sebagainya. Bentuknya ada yang panjang maupun pendek. Warnanya pun beragam tinggal pilih sesuai selera.

Celana kodok dapat disebut sebagai celana musiman. Celana ini sulit ditemui di toko baju atau outlet-outlet jika musimnya belum tiba. Waktunya pun tidak tentu. Semua terjadi dengan begitu saja layaknya trend fashion kebanyakan. Bedanya, celana kodok sudah ada sejak dahulu. Hanya booming-nya musiman. Dengan kata lain, celana kodok is never die.

Memakai celana kodok bisa membuat kita loncat-loncat. Benarkah? Ya, bergantung. Jika kita mau berjalan loncat-loncat, silakan saja! Tanpa memakai baju kodok pun kita bisa melompat. Bukan begitu? Semua hanya istilah saja. Toh, memakai baju Spiderman tidak lantas membuat kita bisa berjalan di dinding, kan?

Celana kodok biasanya dipakai pada saat-saat santai dengan paduan tangtop dan kaos oblong. Alas kaki yang digunakan boleh sandal maupun sepatu dengan model yang disesuaikan dengan celana kodok.

Celana kodok biasanya agak jauh dari kesan feminin sehingga cocok dipakai wanita maupun pria dengan model yang berbeda pula. Memakai celana kodok bisa menimbulkan efek seseorang menjadi lucu dan imut. Model celana ini cocok untuk wanita yang tidak ingin terlihat terlalu dewasa.

Jika Anda penggila celana kodok dan merasa kesulitan mencari di toko-toko, cobalah datang ke pusat-pusat penjualan baju bekas yang kualitasnya masih bagus, seperti pusat belanja baju bekas di Bandung: cimol.

Jangan khawatir, meskipun barang bekas, kualitasnya masih bagus bergantung kepintaran kita memilih. Selamat berbelanja! Nikmati sensasi santai, namun tetap gaya, dengan celana kodok!

0 komentar:

Posting Komentar